Menjaga Lanskap Mahakam sebagai ruas tulang punggung terakhir keanekaragaman hayati Kalimantan, ruang hidup Masyarakat Adat yang berdaulat




Warisan Budaya
Selama berabad-abad pengetahuan Masyarakat Adat Dayak menjadi teladan bagaimana manusia hidup berdampingan bersama alam. Mereka telah mengembangkan sistem ekologi yang kompleks jauh sebelum konsep "keberlanjutan" populer di dunia modern. Pengetahuan tradisional mereka bukan sekadar mitos, melainkan strategi adaptasi yang presisi.

Mahakam Terancam
Di balik keindahan aliran Sungai Mahakam yang membentang 931 km, tersembunyi ancaman yang menggerogoti jantung Kalimantan Timur. Bentang alam ini sedang menghadapi krisis sosio-ekologis multidimensi yang didorong oleh konvergensi industri ekstraktif dan megaproyek pembangunan. Skala kehilangan hutan sangat mengkhawatirkan dan menempatkan provinsi ini sebagai episentrum deforestasi.

Nadi Kehidupan
Dari hutan hujan tropis utuh di hulu yang masih perawan hingga delta yang luas di hilir, setiap tetes air membawa cerita tentang ketahanan, ketergantungan, dan harapan bagi puluhan ribu jiwa yang hidup di sepanjang 931 km aliran ini, Di hulu lanskap Mahakam, kehidupan berdetak seirama dengan arus sungai. Di sini, setidaknya 28.500 orang hidup dan bergantung pada hutan serta air bersih yang mengalir ke Sungai Mahakam.

Keadilan Iklim
Lanskap Mahakam menjadi cermin bahwa keadilan iklim bisa terwujud apabila hak-hak Masyarakat Adat dan lokal diakui dan terlindungi. Solusi krisis iklim tidak ditemukan di laboratorium teknologi tinggi semata, melainkan di pengakuan terhadap hak-hak Masyarakat Adat yang telah menjaga hutan selama ribuan tahun. Ketika dunia menuntut pengurangan emisi, Mahakam menjawab dengan fakta: hutan yang dilindungi oleh Masyakarat Adat adalah penyerap karbon paling efisien.





KEGIATAN KAMI

Dukung Gerakan Melindungi Lanskap Mahakam

Jadi Mahakam Heroes


SUARA MAHAKAM








