PETISI

Mahakam di Persimpangan: Ketika Sungai yang Hidup Berjuang untuk Bernapas

1.024

Tanda Tangan Terverifikasi
Ikut Beraksi
Mahakam di Persimpangan: Ketika Sungai yang Hidup Berjuang untuk Bernapas

4 JUNI 2026

Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu 10 Januari 2026 — Festival Aura Mahakam diselenggarakan pada Hari Lingkungan Hidup Nasional, Sabtu (10/1/2026) di Teras Samarinda, sebagai upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian Lanskap Mahakam, salah satu kawasan ekologis strategis di Indonesia.

Lanskap Mahakam memiliki luas lebih dari 77.000 kilometer persegi, mencakup ekosistem hutan tropis, sungai, rawa, dan danau yang menjadi habitat berbagai spesies dilindungi, seperti pesut Mahakam, orangutan, dan burung enggang, serta beragam flora dan fauna endemik. Kawasan ini juga merupakan ruang hidup 27.923 jiwa Masyarakat Adat dari berbagai sub-suku Dayak, antara lain Busang, Kenyah, Kayan, Bahau, Penihing, dan Modang, yang tersebar di 49 kampung. Bagi Masyarakat Adat, Mahakam memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan spiritual yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lanskap Mahakam menghadapi tekanan serius akibat deforestasi, aktivitas pertambangan, ekspansi perkebunan kelapa sawit, serta hutan tanaman industri. Kerusakan hutan di wilayah hulu berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir, penurunan kualitas air, serta menyusutnya ruang hidup satwa liar dan masyarakat. Kondisi tersebut menegaskan urgensi perlindungan lanskap Mahakam melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dan lintas generasi.

Festival Aura Mahakam merupakan bagian dari kampanye Aura Mahakam yang diluncurkan secara digital pada September 2025, dengan fokus melibatkan generasi muda, khususnya di kawasan perkotaan sekitar Mahakam seperti Samarinda dan Balikpapan. Dalam festival ini, seni menjadi salah satu medium utama penyampaian pesan ekologis.